Cempaga Hulu, 7 Oktober 2026 — Yayasan Bumitama terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui penguatan literasi dan numerasi sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, di SMPS Bumitama Cempaga Hulu.
Kegiatan ini menghadirkan Dapy Fajar Raharjo, S.Sn., M.Pd Fasilitator Daerah BPMP Kalimantan Tengah, sebagai pemateri. Bimtek diikuti oleh tenaga pendidik dari tiga sekolah di lingkungan Yayasan Bumitama, yakni SDS Bumitama Cempaga Hulu sebanyak 13 orang, SDS Bumitama KRYE sebanyak 4 orang, dan SMPS Bumitama Cempaga Hulu sebanyak 9 orang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi para guru untuk memperkuat pemahaman bahwa literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, atau berhitung, melainkan kecakapan bernalar yang digunakan peserta didik dalam memahami berbagai persoalan dan mengambil keputusan dalam konteks kehidupan sehari-hari
Dalam sambutannya, Kabag Operasional Yayasan Bumitama menekankan pentingnya tenaga pendidik untuk terus memperbarui pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan teknis pembelajaran, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.
Menurutnya, pemahaman yang tepat terhadap konsep dan teknis literasi numerasi menjadi hal penting agar guru tidak mengalami miskonsepsi ketika membimbing dan mengajar peserta didik di kelas.
“Tenaga pendidik perlu terus update terhadap teknis-teknis literasi dan numerasi. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat memastikan tidak terjadi miskonsepsi dalam membimbing dan mengajar peserta didik di kelas,” ungkapnya.
Dari Cermin Data Menuju Perubahan Pembelajaran
Dalam rangkaian Bimtek, peserta diajak melihat literasi dan numerasi secara lebih luas sebagai tanggung jawab seluruh guru, bukan hanya guru Bahasa Indonesia atau Matematika. Pendekatan ini menempatkan kemampuan bernalar sebagai bagian yang terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran dan pengalaman belajar peserta didik.
Salah satu tahapan penting yang dibahas adalah pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai sumber data untuk mengidentifikasi akar masalah. Data tidak berhenti sebagai angka atau capaian, tetapi digunakan sebagai cermin untuk memahami kondisi sekolah dan menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat.
Transformasi sekolah kemudian diarahkan melalui tiga aspek utama, yaitu lingkungan fisik yang nyaman, lingkungan sosio-afektif yang mendukung, serta pembelajaran akademik yang bermakna.
Dengan demikian, peningkatan literasi dan numerasi tidak hanya dilakukan melalui perubahan metode mengajar, tetapi juga melalui penciptaan ekosistem sekolah yang mampu memberikan pengalaman belajar yang aman, relevan, dan mendorong peserta didik untuk berkembang.
Praktik Nyata melalui Perencanaan Pembelajaran Tindak Lanjut TKA
Memasuki bagian akhir Bimtek, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan untuk menerapkannya dalam praktik melalui kegiatan Perencanaan Pembelajaran Tindak Lanjut TKA.
Dalam kegiatan ini, guru menggunakan pendekatan Backward Design, yaitu merancang pembelajaran dengan terlebih dahulu menentukan tujuan akhir yang ingin dicapai peserta didik, kemudian menentukan bentuk asesmen yang dapat menunjukkan ketercapaian tujuan tersebut, dan selanjutnya menyusun aktivitas pembelajaran yang sesuai.
Peserta dilatih untuk menyelaraskan tiga komponen utama pembelajaran, yaitu Tujuan Pembelajaran, Asesmen, dan Aktivitas Pembelajaran.
Aktivitas pembelajaran dirancang melalui tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi, dengan mengacu pada hasil cermin data TKA. Pendekatan ini diharapkan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih terarah, berbasis kebutuhan peserta didik, serta memiliki keterkaitan yang kuat antara tujuan, proses, dan asesmen.
Melalui praktik tersebut, guru tidak hanya belajar membaca data, tetapi juga belajar menerjemahkan data menjadi tindakan nyata di dalam kelas.
Tambahkan Teks Tajuk Anda Di Sini
Bimtek Literasi dan Numerasi ini menjadi bagian dari upaya Yayasan Bumitama untuk membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan tenaga pendidik. Guru didorong untuk tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mampu melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran dan melakukan perbaikan berdasarkan data.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah. Literasi dan numerasi bukan sekadar target capaian, melainkan kecakapan fundamental yang perlu hadir dalam setiap proses pembelajaran.
Dengan semakin kuatnya pemahaman guru terhadap literasi, numerasi, pemanfaatan data, serta perencanaan pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik, diharapkan sekolah-sekolah Bumitama mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna, kontekstual, dan berdampak bagi perkembangan peserta didik.
Bagi Yayasan Bumitama, penguatan kompetensi guru bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan mengajar hari ini, tetapi juga menyiapkan pendidik yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan perubahan positif bagi pendidikan di masa depan.



