Yayasan Bumitama

Tingkatkan Keselamatan dan Kualitas Layanan Transportasi Sekolah, Yayasan Bumitama Gelar Pelatihan Driver Bus Sekolah di Region Pundu

Tingkatkan Keselamatan dan Kualitas Layanan Transportasi Sekolah, Yayasan Bumitama Gelar Pelatihan Driver Bus Sekolah di Region Pundu

PUNDU, 9 Juli 2026 – Keselamatan peserta didik tidak hanya dimulai saat berada di lingkungan sekolah, tetapi juga sejak mereka memulai perjalanan menuju sekolah. Berangkat dari komitmen tersebut, Yayasan Bumitama menggelar Pelatihan Driver Bus Sekolah yang berlangsung di SMKS Bumitama Region Pundu, Kamis (9/7). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 driver bus sekolah serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari sekolah-sekolah Yayasan Bumitama di Region Pundu.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengemudi dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja, keterampilan berkendara defensif, serta penguatan peran driver dalam mendampingi peserta didik selama perjalanan menggunakan bus sekolah.

Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Stiadi, Staff RSPO BGA Region Pundu, yang membahas tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam berkendara dan berlalu lintas. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan setiap saat, bukan hanya ketika berada di lingkungan kerja.

Mengemudi adalah aktivitas yang memiliki risiko tinggi. Karena itu, setiap pengemudi harus memahami prinsip-prinsip K3, mematuhi aturan lalu lintas, serta selalu melakukan tindakan pencegahan agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Keselamatan diri sendiri dan penumpang harus menjadi prioritas utama,” ujar Ahmad Stiadi.

Selanjutnya, Head CPNT (Central Pundu Traksi), Lamhot Nadeak, menyampaikan materi Safety & Defensive Driving. Melalui sesi ini, peserta dibekali berbagai teknik dan strategi mengemudi defensif guna meningkatkan kewaspadaan, kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, serta keterampilan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai kondisi lalu lintas. Penerapan prinsip defensive driving diharapkan mampu menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna bus sekolah.Sesi berikutnya menghadirkan Lamhot Nadeak, Head CPNT (Central Pundu Traksi), yang membawakan materi Safety & Defensive Driving. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya mengantisipasi berbagai potensi bahaya di jalan serta membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.

Menurut Lamhot, kemampuan mengemudi tidak hanya diukur dari seberapa baik seseorang mengendalikan kendaraan, tetapi juga dari kemampuannya membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat.

Defensive driving bukan hanya tentang menghindari kecelakaan, tetapi bagaimana kita mampu memprediksi risiko yang mungkin muncul sebelum risiko itu benar-benar terjadi. Sikap waspada dan antisipatif merupakan kunci utama keselamatan di jalan,” jelas Lamhot.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis berkendara, pelatihan ini juga menyoroti pentingnya peran pengemudi sebagai figur yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari. Materi Pendampingan Berbasis Aspek Pengasuhan di Bus Sekolah disampaikan oleh Sri Wahyuni NH, Kabag Standarisasi & Ketaatan Yayasan Bumitama.

Dalam paparannya, Sri Wahyuni menekankan bahwa perjalanan menuju sekolah merupakan bagian dari pengalaman belajar peserta didik yang perlu didukung oleh lingkungan yang aman dan nyaman.

Driver bus sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan anak-anak ke tujuan dengan selamat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengasuhan. Sikap ramah, kepedulian, dan komunikasi yang positif akan memberikan rasa aman sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik selama perjalanan,” ungkap Sri Wahyuni.

Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional transportasi sekolah sehari-hari. Kolaborasi antara praktisi keselamatan kerja, tenaga ahli transportasi, dan pengelola pendidikan memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya keselamatan dan pelayanan prima dalam transportasi sekolah.

Bagi Yayasan Bumitama, keberadaan bus sekolah bukan sekadar sarana transportasi, melainkan bagian dari layanan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. Di balik kemudi, para driver memegang tanggung jawab besar untuk memastikan setiap anak dapat berangkat dan pulang sekolah dengan selamat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para driver bus sekolah tidak hanya semakin terampil dalam berkendara, tetapi juga semakin memahami peran penting mereka sebagai garda terdepan yang mengantarkan generasi masa depan menuju lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian. (MHz)

Share this post